Pendapat Wahabi tentang hadis Al-Ghadir Dan Jawaban

Alhamdulillah masih ada pendapat yang sesuai dengan pandangan Ahlul bait (sa) tentang sebab-sebab turunnya ayat ini (Al-Maidah: 67). Orang-orang Quraisy telah menyebarkan usaha-usaha mereka dan menjungkir-balikkan landasan-landasan yang kokoh agar kaum muslimin tidak mengenal masalah Imamah dan kekhalifahan pasca Nabi saw.

Karena itulah, kita jumpai kaum nashibi (orang-orang yang membenci Ahlul Bait s.a) sangat membenci dan menolak keberadaan hadis Al-Ghadir, hadis tentang sebab-sebab turunnya ayat ini dan ayat-ayat imamah lainnya. Mereka sangat berkeinginan hadis ini dan yang lainnya tidak terdapat dalam kitab-kitab hadis yang shahih dan kitab-kitab rujukan Ahlussunnah. Kami melihat mereka berusaha keras melakukan kajian ilmiah berdasarkan Al-Qur’an dan hadis-hadis muttaqun alayh, kemudian menyerang dan mengecam ulama-ulama dan para pengikut Ahlul bait (sa). Kemudian mereka berusaha keras meniadakan dan mengeluarkan hadis-hadis tersebut dari kitab-kitab rujukan Ahlussunnah.

Syeikh Albani mengatakan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahih 5: 644:
Nabi saw dijaga dari bahaya manusia sehingga ayat ini turun: “Allah menjagamu dari bahaya manusia.” Kemudian mengeluarkan kepalanya dari kubah sambil berkata: “Wahai manusia, pulanglah aku telah dijaga oleh Allah.”

Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi Shahih Tirmidzi 2: 175, Ibnu Jarir 6: 199 dan Al-Hakim 2: 3, dari jalur Harits bin Abid dari Said Al-Jariri, dari Abd bin Syaqiq dari Aisyah. Aisyah mengatakan: Lalu Nabi saw menyebutkannya (hadis ini).
Tirmidzi mengatakan: Hadis ini hadis gharib. Sebagian ahli hadis meriwayatkan hadis ini dari Al-Jariri dari Abdullah bin Syaqiq, ia berkata: Nabi telah dijaga…dan mereka tidak menyebutkannya. Hadis ini bersumber dari Aisyah.

Tirmidzi mengatakan: ini benar, karena Harits bin Abid yaitu Abu Qudamah Al-Ayadi daya hafalannya lemah. Ini dinyatakan oleh Al-Hafizh dengan pernyataannya: Dia jujur tapi salah.

Pernjelasan Tirmidzi berbeda dengan yang lain, antara lain Ismail bin Aliyah. Ia mengatakan: Harits bin Abid adalah tsiqqah, kuat dan dapat dipercaya hafalannya. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan dua sanad antara lain dari Al-Jariri, sebagai hadis mursal.

Tirmidzi mengatakan: Hadis ini shahih mursal; adapun pendapat Al-Hakim tentang sanad hadis ini yang berujung pada Aisyah: sanadnya shahih tapi ditolak, kami tidak menyebutkannya walaupun ia diikuti oleh Adz-Dzahabi.

Memang, hadis ini shahih, karena hadis ini mempunyai bukti dari hadis Abu Hurairah, ia berkata: Ketika Rasulullah saw berhenti di suatu tempat, mereka (para sahabat) melihat pohon yang paling besar lalu mereka berharap Nabi saw berhenti, lalu beliau berhenti di bawah pohon itu juga para sahabatnya. Ketika berada di bawah pohon itu, beliau menggantungkan pedangnya di pohon itu, lalu datanglah orang arab badui dan mengambil pedang dari pohon itu kemudian mendekati Nabi saw yang sedang tidur, lalu ia membangunkan beliau dan berkata: Wahai Muhammad, siapakah yang akan menghalangimu dariku malam ini? Nabi saw menjawab: Allah. Kemudian Allah menurunkan ayat ini: “Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjagamu dari bahaya manusia, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah: 67)

Riwayat ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Mardawaih sebagaimana yang disebutkan oleh tafsir Ibnu Katsir 6:198, dari dua jalur: dari Hammad bin Salamah dan Jabir, juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.
Riwayat ini mempunyai dua bukti yaitu riwayat dari Said bin Jubair dan Muhammad bin Ka’b Al-Qarazhi sebagai hadis mursal.

Ketahuilah! Orang-orang syiah mengira ada perbedaan tentang hadis-hadis tersebut, bahwa ayat ini turun pada hari Ghadir Khum, tentang Ali (ra). Mereka menyebutkan sejumlah hadis mursal dan sangat lemah. Antara lain hadis dari Abu Said Al-Khudri, yang telah dinyatakan tidak shahih oleh hasil penelitian tentang hadis-hadis dhaif (4922). Dan riwayat-riwayat yang disebutkan oleh Abdul Husein Asy-Syi’i dalam kitabnya Al-Murajaat: 38, tanpa satu penelitian terhadap satupu sanadnya. Dan ini kebiasaan dia dalam menyebutkan hadis-hadis dalam kitabnya. Karena ia hanya mengumpulkan semua hadis yang menguatkan mazhabnya, baik hadis itu shahih maupun tidak shahih. Kaidah orang-orang syi’ah: Tujuan menganggap baik wasilah! Karena itu, ia dan riwayat-riwayat hadisnya harus diwaspadai. Bukan hanya itu, bahkan ia menipu para pembaca walaupun harus berdusta. Dalam bab tertentu ia mengutip hadis dari Abu Said, itu batil dan dusta: Hadis ini diriwayatkan tidak hanya oleh seorang penyusun kitab-kitab hadis seperti Imam Al-Wahidi…!

Sisi kedustaannya: Mereka yang pemula pun tentang ilmu tahu bahwa Al-Wahidi tidak tergolong pada penulis kitab-kitab hadis yang empat. Dia hanya seorang mufassir yang meriwayatkan hadis-hadis, yang sanadnya shahih dan tidak shahih. Dan hadis Abu Said ini termasuk hadis yang tidak shahih. Ia meriwayatkan dari jalur yang sangat lemah sebagaimana kelemahan itu nampak dalam penjelasannya.

Inilah kebiasaan orang-orang syiah dari dulu hingga sekarang. Mereka berdusta atas nama Ahlussunnah dalam kitab-kitab dan ceramah-ceramah mereka. Karena itu, orang yang paling mengetahui tentang mereka yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: Syiah adalah golongan yang paling pendusta, saya mengetahui kedustaan mereka dari sebagian kitab-kitabnya, terutama Abdul Husein ini …

Yang lebih berdusta darinya adalah Khumaini. Ia menjelaskan dalam kitabnya bahwa ayat ‘Ishmah (ayat ini) turun pada hari Ghadir Khum tentang Imamah Ali bin Abi Thalib, dengan pengakuan Ahlussunnah dan kesepatan syi’ah. Dalam hal ini saya akan menambah penjelasan tentang kelemahan mereka, insya Allah. (selesai)

Jawaban:
Kami ingin mengatakan kepada seorang pembahas seperti Syeikh Albani:
Pertama: Tinggalkan kecamanmu, penyebaran hukummu, dan pengklasifikasianmu tentang orang yang paling jujur dan yang paling berdusta dari golongan ummat Islam. Karena di kalangan sunni dan syi’i terdapat bermacam-macam manusia. Tapi nashibi (orang-orang yang membenci Ahlul bait Nabi saw) punya hukum tersendiri.

Jangan lupa wahai pembahas, Ibnu Taimiyah yang tidak bersikap adil terhadap Ali bin Abi Thalib (sa) ia juga tidak bersikap adil terhadap pengikutnya. Kami berterima kasih Anda mengakui kebenaran: Anda telah membela Ali bin Abi Thalib (sa) dan menolak kezaliman Ibnu Taimiyah dan keingkarannya terhadap hadis Al-Ghadir: “Barangsiapa yang menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali juga pemimpinnya.” Kemudian Anda menyatakan hadis ini adalah shahih, kemudian Anda mencatatnya dalam kitabmu tentang hadis-hadis yang shahih 5: 330, no: 1750. Kemudian Anda mengatakan dalam halaman 344: Setelah aku mengetahui hadis ini, maka aku terdorong untuk menyampaikan pendapat secara merdeka tentang hadis ini dan keterangan keshahihannya: Aku melihat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah mendhaifkan baris yang pertama hadis ini, dan mendustakan baris yang terakhir! Dalam hal ini Ibnu Taimiyah telah berlebihan mengambil kesimpulan, terlalu cepat mendhaifkan hadis-hadis sebelum mengumpulkan sanad-sanadnya dan menelitinya secara mendalam. Allah adalah Tempat memohon perlindungan.

Adapun apa yang disebutkan oleh syiah tentang hadis ini dan lainnya, bahwa Nabi saw bersabda tentang Ali (ra): “Sesungguhnya ia adalah khalifahku sesudahku,” tidak shahih dari beberapa sisi, bahkan kebatilan mereka banyak, ini ditunjukkan oleh realitas sejarah tentang kedustaannya. Sekiranya benar Nabi saw menyabdakan hadis itu, niscaya itu menjadi kenyataan, karena beliau bersabda sesuai dengan wahyu, sementara Allah tidak mengingkari janji-Nya!! (selesai).

Kami mengamati bahwa Syeikh Albani akhirnya juga gegabah, menjadikan berita syar’i sebagai berita ghaibiyah. Dua hal ini jelas berbeda. Jika ia telah mengakui keshahihan hadis Al-Ghadir, dan mengokohkan hukumnya: “Barangsiapa yang menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali juga pemimpinnya”, sebagai wahyu dari Allah saw, maka wajib baginya dan kaum muslimin menjadikan Ali sebagai pemimpin mereka.

Tetapi hal itu tidak menjadi kenyataan, bahkan mereka menyerang rumah Ali dan Fatimah (sa) pada hari kedua atau ketiga dari wafatnya Rasulullah saw, mereka mengancam membakar rumahnya jika keduanya tidak keluar dan tidak berbaiat. Kemudian mereka memaksa Ali untuk berbaiat, dan ini peristiwa ini masyur dalam kitab-kitab sejarah, misalnya di dalam:
1. Tarikh Ya’qubi, jilid 2 halaman 126.
2. Tarikh Ath-Thabari, jilid 1 halaman 18.
3. Tarikh Ibnu Khaldun, jilid 3 halaman 26-28.

Kedua hadis itu sama, dua-duaya adalah wahyu. Jika mengukur keshahihan hadis pertama dengan fakta yang terjadi, maka juga hadis yang kedua. Mengapa yang terjadi justru sebaliknya? Memaksa Ali (sa) untuk berbaiat kepada orang lain.

Wahai pembahas yang mulia, pemberitaan dua hadis itu bersifat tasyri’i, wahyu tentang kewajiban bagi kaum muslimin, bukan berita ghaibiyah, keshahihannya tidak dapat diukur dengan fakta yang terjadi. Karena jika demikian cara mengukurnya, terlalu banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi saw yang tidak menjadi kenyataan dalam kehidupan manusia karena kezaliman manusia dan para penguasanya.

Kedua: Ketika Anda mendhaifkan hadis tentang sebab turunnya ayat ini, apakah Anda telah mengumpulkan sanad-sanad hadis itu lalu menelitinya secara mendalam, sehingga Anda mengatakan: hadis itu mursal dan sangat lemah?

Apakah Anda telah meneliti semua sanad hadis itu, yang telah dikutip oleh Ats-Tsa’labi, Abu Na’im, Al-Wahidi, Abu Said As-Sijistani, Al-Haskani, dan sanad-sanad mereka? Kemudian mendapatkan semua itu mursal atau dhaif, dan Anda dapatkan diantara perawi-perawinya orang yang tidak menjadi pegangan Anda? Apakah telah terjadi pada Anda apa yang telah terjadi pada Ibnu Taimiyah yang Anda sendiri mengkritiknya?

Yang jelas, Anda tidak punya waktu yang cukup untuk meneliti semua itu. Kami berharap Anda mendapat karunia dalam meneliti apa yang telah kami tulis tentang tafsir ayat ini, meneliti secara mendalam sanad-sanadnya yang telah kami persembahkan, dan membahasnya dengan ukuran-ukuran yang Anda kehendaki. Dengan syarat, Anda tidak menulis hal-hal yang kontradiktif dalam kitab-kitab Anda, bersifat objektif, tidak mendhaifkan suatu riwayat karena memberitakan keutamaan Ali bin Abi Thalib (sa) dalam suatu topik, dan dalam topik yang lain Anda menerimanya dan menjadikannya pegangan.

Pada kesempatan ini kami akan menyebutkan sanad-sanad hadis itu yang hanya dari satu sumber kitab yaitu Syawahid At-Tanzil oleh Al-Hakim Al-Haskani:

Ubaidillah bin Abdullah bin Ahmad Al-‘Amiri Al-Qurasyi, murid Al-Hakim An-Naisaburi penulis kitab Al-Mustadrak. Ia mengatakan dalam kitabnya yang telah diteliti oleh Al-Muhmudi: jilid 1: 250-257:

244: Memberitakan kepada kami Abu Abdillah Ad-Daynuri, ia berkata: Bercerita kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim As-Sunni. Ia berkata: memberitakan kepadaku Abdurrahman bin Hamdan, ia berkata: bercerita kepada kami Muhammad bin Ustman Al-‘Abasi, ia berkata: bercerita kepada kami Ibrahim bin Muhammad bin Maymun, ia berkata: bercerita kepada kami Ali bin ‘Abis dari Al-A’mas dari Abu Al-Juhaf (Dawud bin Abi Awf) dari ‘Athiyah: dari Abu Said Al-Khudri, ia berkata: Ayat ini turun berkaitan dengan Ali bin Abi Thalib: “Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya…”

245: Memberitakan kepada kami Al-Hakim Abu Abdillah Al-Hafizh, ia berkata: memberitakan kepada kami Ali bin Abdurrahman bin Isa Ad-Dahqan bil-Kufah, ia berkata: bercerita kepada kami Al-Husayn bin Al-Hikam Al-Habari, ia berkata: bercerita kepada kami Al-Hasan bin Al-Husayn Al-‘Irani, ia berkata: bercerita kepada kami Hibban bin Ali Al-‘Unzi, ia berkata: bercerita kepada kami Al-Kalabi dari Abu Shilah dari Ibnu Abbas tentang firman Allah Azza wa Jalla: “Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya…” Ia berkata: Ayat ini turun berkaitan dengan Ali, memerintahkan Rasulullah saw agar menyampaikannya kemudian Rasulullah saw memegang tangan Ali seraya bersabda: “Barangsiapa yang menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali juga pemimpinnya. Ya Allah, sayangilah orang yang menyayangi Ali dan musuhilah orang yang memusuhinya.”

246: Diriwayatkan oleh jema’ah dari Al-Habari, dan diriwayatkan oleh As-Sabi’i darinya dalam tafsirnya: Seolah-olah aku mendengarnya dari As-Sabi’i, dan diriwayatkannya oleh jema’ah dari Al-Kalabi.
Sanad hadis ini banyak terdapat dalam kitab doa, mengharap petunjuk untuk menunaikan hak wilayah, dalam sepuluh jilid kitab.

247: Memberitakan kepada kami Abu Bakar As-Sakri, ia berkata: memberitakan kepada kami Abu ‘Amr Al-Muqri, ia berkata: memberitakan kepada kami Al-Hasan bin Sufyan, ia berkata: bercerita kepada kami Ahmad bin Azhar, ia berkata: bercerita kepada kami Abdurrahman bin ‘Amr bin Jabalah, ia berkata: bercerita kepada kami Umar bin Na’im bin Umar bin Qais Al-Mashir, ia berkata: aku mendengar kakekku berkata: bercerita kepada kami Abdullah bin Abu Awfa, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda pada hari Ghadir Khum, dan membacakan ayat ini: “Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya…” Kemudian beliau mengangkat tangannya sehingga kelihatan putih ketiaknya, kemudian bersabda: “Ingatlah, barangsiapa yang menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali juga pemimpinnya. Ya Allah, sayangi orang yang menyayangi Ali, dan musuhi orang yang memusuhi Ali.” Kemudian bersabda: “Ya Allah, syaksikan.”

248: Memberitakan kepada kami ‘Amr bin Muhammad bin Ahmad yang bersikap adil terhadap bacaanku yang asli berdasarkan tek yang aku dengan, ia berkata: memberitakan kepada kami Zahir bin Ahmad, ia berkata: memberitakan kepada kami Abu Bakar Muhammad bin Yahya Ash-Shuwali, ia berkata: bercerita kepada kami Mughirah bin Muhammad, ia berkata: bercerita kepada kami Ali bin Muhammad bin Sulaiman An-Nawfali, ia berkata: bercerita kepadaku ayaku, ia berkata: Aku mendengar Ziyad bin Mundzir berkata: aku berada di dekat Abu Ja’far Muhammad bin Ali ketika ia bercerita kepada manusia saat ada seseorang dari Bashrah datang kepadanya, ia berkata kepadanya: UtsmanAl-A’sya meriwayatkan dari Hasan Al-Bashri, ia berkata kepadanya: Wahai putera Rasulillah, jadikan aku tebusanmu sesungguhnya Al-Hasan memberitakan kepada kami bahwa ayat ini turun berkaitan dengan seseorang yang tidak diceritakan kepada kami, yaitu ayat: “Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya…” Ia berkata: Sekiranya manusia ingin mengetahuinya tentu aku akan menceritakannya, tapi saat Nabi saw khawatir Jibril datang kepadanya saw lalu berkata: Sesungguhnya Allah menyuruhmu untuk menunjukkan kepada ummatmu tentang shalat mereka, puasa, puasa, dan haji mereka, agar menjadi kokoh hujjah terhadap mereka tentang semua itu. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Ya Rabbi, sesungguhnya kaumku sudah mendekat pada zaman jahiliyah, mereka saling membanggakan dirinya, dan meninggalkan pemimpinnya, aku khawatir.” Kemudian Allah swt menurunkan ayat: “Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya, Allah menjagamu dari bahaya manusia…” Setelah Allah menjamin kekhatirannya dengan penjagan-Nya, beliau memegang tangan Ali bin Abi Thalib, kemudian bersabda:

يا أيها الناس من كنت مولاه فعلي مولاه اللهم وال من والاه وعاد من عاداه وانصر من نصره واخذل من خذله وأحب من أحبه وأبغض من أبغضه

“Wahai manusia, barangsiapa yang menjadikan aku sebagai pemimpinnya, maka Ali juga pemimpinnya. Ya Allah, sayangi orang yang menyayangi Ali dan musuhi orang yang memusuhinya, tolonglah orang yang menolongnya dan hinakan orang yang menghinanya, cintai orang yang mencintainya dan murkai orang yang murka padanya.”

Ziyad berkata: kemudian Utsman berkata: Aku tidak pernah pulang ke negeriku dengan membawa sesuatu yang lebih aku cintai daripada hadis ini.

249: Bercerita kepadaku Ali bin Musa bin Ishaq dari Muhammad bin Mas’ud bin Muhammad, ia berkata: bercerita kepada kami Sahl bin Bahr, ia berkata: bercerita kepada kami Fadhl bin Syadzan, dari Muhammad bin Abu Umayr, dari Umar bin Udzaynah dari Al-Kalabi dari Abu Shaleh: dari Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdullah, mereka berkata: Allah memerintahkan kepada Muhammad untuk menetapkan Ali di depan manusia dan memberitakan kepemimpinannya kepada mereka, kemudian Rasulullah saw merasa khawatir mereka berkata bahwa beliau hanya mencintai putera pamannya, dan mencerca Ali karenanya. Kemudian Allah menurunkan wahyu yaitu ayat: “Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya, Allah menjagamu dari bahaya manusia…” Setelah turun ayat ini Rasulullah saw menyampaikan secara terbuka kepemimpinannya (Ali bin Abi Thalib) pada hari Ghadir Khum.

250: Bercerita kepadaku Muhammad bin Qasim bin Ahmad dalam tafsir, ia berkata: bercerita kepada kami Abu Ja’far Muhammad bin Ali Al-Faqih, ia berkata: bercerita kepada kami ayahku, ia berkata: bercerita kepada kami Sa’d bin Abdullah, ia berkata: bercerita kepada kami Ahmad bin Abdullah Al-Baraqi dari ayahnya, dari Khalaf bin Ammar Al-Asadi, dari Abul Hasan Al-Abdi, dari Al-A’masy dari Ubabah bin Ruba’i: Dari Abdullah bin Abbas dari Nabi saw, dalam kontek hadis tentang Mi’raj, beliau menyampaikan hadis kudsi: “Sesungguhnya Aku belum pernah mengutus seorangpun nabi kecuali Aku jadikan baginya seorang wazir (pembantu khusus), dan sesungguhnya engkau adalah utusan Allah dan Ali adalah wazirmu.” Ibnu Abbs berkata: Kemudian Rasulullah merasa khawatir untuk menyampaikan kepada manusia, khawatir karena hadis ini mereka kembali ke jahiliyah sehingga kembali tujuh hari yang telah berlalu. Kemudian Allah swt menurunkan: “Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang telah diwahyukan kepadamu, dan dadamu merasa sempit karenanya sebab merasa khawatir mereka mengatakan …” (Hud: 12), Rasulullah saw merasa khawatir sehingga hari yang kedelapan belas Allah menurunkan ayat: “Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya, Allah menjagamu dari bahaya manusia…” (Al-Maidah: 67) Kemudian Rasulullah saw menyuruh Bilal azan di hadapan manusia sehingga besok pagi tidak ada seorangpun kecuali semuanya keluar ke Ghadir Khum. Kemudian esok harinya Rasulullah saw dan manusia keluar lalu bersabda: “Wahai manusia, Allah telah menurunkan kepadaku suatu risalah, dan dadaku merasa sempit karena khawatir kalian meragukan aku dan mendustakan aku, sehingga Tuhanku mengecamku karenanya dan menurunkan padaku azab setelah azab yang lain.” Kemudian beliau memegang tangan Ali bin Abi Thalib dan mengangkatnya sehingga kelihatan putih ketiaknya, lalu bersabda:

أيها الناس الله مولاي وأنا مولاكم، فمن كنت مولاه فعلي مولاه، اللهم وال من والاه وعاد من عاداه وانصر من نصره واخذل من خذله

“Wahai manusia, Allah adalah Pemimpinku dan aku adalah pemimpin kalian. Barangsiapa yang menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali juga pemimpinnya. Ya Allah, sayangi orang yang menyayangi Ali dan musuhi orang yang memusuhinya, tolonglah orang yang menolongnya dan hinakan orang yang menghinanya.”
Kemudian Allah menurunkan ayat: “Hari ini Kusempurnakan agamamu …” (Al-Maidah: 3). (Selesai).

Selanjutnya klik di sini

Wassalam
Syamsuri Rifai

Macam2 shalat sunnah, doa-doa pilihan, dunia anak dan artikel Islami:
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com

Amalan Praktis harian dan Bulanan, dan doa2 pilihan:
http://islampraktis.wordpress.com

Tafsir tematik, keutamaan surat2 dan ayat2 Al-Qur’an:
https://tafsirtematis.wordpress.com

Audio shalawat tarhim, doa dan musik2 ruhani (mp3), dilengkapi tek narasi:
http://syamsuri149.multiply.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: